Penjelasan proses terjadinya Petir atau kilat

Hi kawan! Terjadinya petir serta kilat jadi fenomena alam yang menarik untuk kita perhatikan. Mengapa tidak? Pertama, petir berlangsung waktu cuaca mendung atau waktu terjadinya hujan. Kita juga tidak sering melihat terjadinya petir serta kilat ketika cuaca cerah.

A. Sistem terjadinya petir

Ketika berlangsung petir, kita lihat ada kilatan sinar. Lalu disusul dengan nada gemuruhnya. Kenapa nada petir lebih lambat dibanding dengan kilatnya? Karna kecepatan sinar lebih cepat dari pada kecepatan rambat bunyi di udara. Oleh karenanya, waktu kita lihat petir atau kilat sesudahnya kita baru mendengar gemuruhnya petir.

Pada sistem terjadinya petir, awan di angkasa ada yang bermuatan negatif serta ada yang bermuatan positif. Sedang pada permukaan bumi bermuatan netral. Karna ada ketidaksamaan potensian pada bumi serta awan jadi juga akan berlangsung petir. Karna awan bergerak selalu dengan pertolongan angin, awan yang bermuatan positif juga akan mengumpul dengan awan muatan positif yang lain. Muatan positif di awan dapat ada dibagian atas atau sisi bawah awan. Demikian demikian sebaliknya bila muatan positf tempatnya ada si atas, jadi muatan negative ada di bagain bawah awan.

Ketika berlangsung lain mungkin yang tinggi pada awan dengan bumi, jadi awan juga akan melepas muatan negatifnya supaya berlangsung kesetimbangan muatan. Electron atau muatan positif yang mengalir ke kumi tersebut yang sebut dengan petir. Sistem loncatan elekron itu lewat media udara. Nada petir datang dari loncatan elekron yang menembus batas isolasi udara. Loncatan electron yang berbentuk bunga api itu begitu besar serta begitu panas. Ketika bunga api itu melalui udara, udara itu juga akan memuai. Pemuaian yang dengan mendadak atau kurun waktu yang singkat tersebut yang mengakibatkan nada petir.

Updated: March 16, 2018 — 2:37 am
Jeannet Blog © 2018 Frontier Theme